Views:

Latar belakang Bank Indonesia dalam rencana  penerbitan Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC)

Digital Currency dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi fokus baik di seluruh Bank Sentral hingga pada pertemuan internasional tentang kebijakan moneter dan sistem keuangan. Dengan adanya fokus tersebut Bank Indonesia  saat ini masih terus melakukan penelitian dalam menentukan  konsep Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) sendiri dan  teknologi yang akan digunakan dalam upaya mendukung transformasi digital di Indonesia.

Kapan Bank Indonesia akan meluncurkan Rupiah Digital/Central Bank Digital Currency (CBDC)

Bank Indonesia belum memutuskan penerbitan Rupiah Digital/Central Bank Digital Currency (CBDC)  dalam waktu dekat namun persiapan - persiapan kearah tersebut sudah dilakukan, Bank Indonesia saat ini masih berfokus transformasi digital dalam implementasi  Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Apakah penerbitan Rupiah Digital/Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai bentuk respon Bank Indonesia terhadap perkembangan Cryptocurrency saat ini

Inisiasi dalam penerbitan Rupiah Digital/Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai bentuk respon Bank Indonesia bukan karena Cryptocurrency yang menjadi pembicaraan saat ini, akan tetapi atas kesepakatan Bank Sentral seluruh dunia termasuk Bank Indonesia sejak pertama kali munculnya Cryptocurrency yang diterbitkan oleh Lembaga lain di luar Bank Sentral. 

Teknologi yang digunakan dalam Bank Indonesia dalam rencana penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC)

Bank Indonesia hingga saat ini masih terus mengkaji dan melakukan asesmen guna melihat potensi Central Bank Digital Currency (CBDC) dengan perekonomian Indonesia yang dapat berimplikasi pada perbedaan desain  dan arsitektur yang akan dipilih serta memitigasi resiko yang ada seperti halnya  teknologi Blockchain yang ada pada Cryptocurrency.

Perlakuan Bank Indonesia terhadap Cryptocurrency seiring dengan rencana penerbitan Rupiah Digital / Central Bank Digital Currency (CBDC) 

Sesuai dengan Undang – Undang No. 7 Tahun 2011 bahwa alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah Rupiah, sehingga Cryptocurrency seperti halnya Bitcoin,Ethereum, Ripple, Libra, dan lain-lain bukan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. 

Bank Indonesia mengingatkan kepada masyarakat dalam hal resiko menyimpan Cryptocurrency sebagai komoditas investasi yang tidak memiliki underlying dan memiliki potensi serta fluktuasi yang besar.

Pandangan Bank Indonesia jika seluruh Bank Sentral telah menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) sendiri 

Bank Indonesia melihat dari sisi moneter tidak akan ada perbedaan dengan kondisi saat ini di masyrakat seperti halnya penggunaan Uang Kartal (Uang kertas dan logam), Uang yang disimpan pada rekening, hingga kenyamanan dalam penggunaan Digital Banking, Uang Elektronik (Electronic Money), dan Dompet Elektronik (Electronic Wallet). Dengan adanya Central Bank Digital Currency (CBDC) yang diterapkan diseluruh Bank Sentral  memberikan kemudahan dalam transformasi digital dari sisi masyarakat, sedangkan dari sisi Bank Sentral pengelolaannya akan  lebih mudah karena secara terdesentralisasi. 
 

Comments (0)